By: AM

Duka mendalam disebabkan karena kehilangan seseorang yang sangat berarti. Hilangnya harta benda karena musibah, putus cinta,perceraian, kehilangan pekerjaan atau matinya hewan peliharaan  juga membuat rasa duka dalam diri kita.

Ada 5 (lima) tahapan dalam berduka yang menjadi proses kita bangkit dan menjalani hidup baru setelah kehilangan. (Elisabeth Kubler Ross & David Kessler, 2004)

Menyangkal, adalah tahap pertama dari lima tahapan berduka. Pada tahap ini dunia terasa tidak berarti, hidup didunia sia-sia tidak ada artinya. Disini kita mencoba menemukan cara untuk melewati hari demi hari tanpa ada arah dan tujuan. 

Tapi justru penyangkalan adalah tahap dimana kita beradaptasi dengan perasaan duka.

Saat mulai banyak bertanya pada diri sendiri, secara tak sadar proses penyembuhan dimulai.

Marah adalah proses penting dari tahap penyembuhan ; marah tidak ada batasnya dan bisa ditujukan kepada siapapun yang kita pikir bertanggung jawab terhadap kehilangan kita.  Biarkan amarah itu muncul, semakin banyak kita rasakan maka semakin cepat pula menghilang.  Kemarahan justru membuat kita semakin kuat. Hidup dengan budaya timur yang sarat sopan santun, kita diajarkan untuk menekan atau mengelola amarah daripada merasakannya.

Just feel it…

Marah adalah indikasi lain dari cinta..

“Seandainya saja kemaren saya lebih perhatian, lebih peka, pasti ini ga terjadi..”

Penyesalan yang dilanjutkan dengan tawar menawar keadaan dengan Tuhan sekalipun.

“ Seandainya….”

“Kalau saja….” 

adalah rasa penyesalan dan menyebabkan kita mencari-cari kesalahan diri sendiri. Bahkan mungkin ada tawar menawar dengan rasa sakit.

“Biar saja saya yang sakit tapi kembalikan dia…”

misalnya.

Perasaan hampa, duka yang justru dirasakan lebih dalam menjadi respon tahap ini. Perlu diingat bahwa  depresi bukan tanda penyakit mental,  tetapi respon yang normal dan tepat dari rasa kehilangan yang besar. Ketika kita kehilangan seseorang yang berharga tapi kita tidak merasakan kesedihan justru menjadi hal yang tidak biasa.

Jika berduka / kesedihan adalah proses penyembuhan, maka depresi adalah salah satu tahapan penting yang harus dijalani didalamnya.

Tahap ini, kita belajar menerima kenyataan, kita tidak akan pernah suka keadaan ini tetapi kita belajar untuk hidup dengan kondisi saat ini.  Yang harus dilakukan adalah adaptasi, buat perubahan-perubahan untuk memulai hidup kedepan. Kita tidak bisa menggantikan mereka yang telah pergi tetapi kita bisa membuat makna dan ambil pelajaran dari kehilangan.

Mulai “hidup” baru meski memang baru dapat kita lakukan ketika kita sudah memberikan waktu untuk berduka.

Rasa berduka seseorang berbeda-beda, bisa berlangsung sebentar atau lama dan mungkin saja dengan tahapan yang berbeda. Ketika kita memahami perasaan kita, memperhatikan diri kita sendiri dan cari bantuan jika memerlukan, kita akan pulih dan bangkit dari kesedihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *