Ketika akan melamar suatu pekerjaan, tidak dipungkiri pasti ada saat dimana perusahaan mencantumkan kriteria yang tidak selalu sesuai dengan posisi yang dibutuhkan. Salah satunya adalah jenjang atau pendidikan akhir pelamar. Apakah mungkin? Tentu saja mungkin, dan memang bisa dilakukan. Karena pada dasarnya, manusia adalah pembelajar.

Manusia memiliki kebutuhan belajar dan pendidikan yang akan selalu berkembang seiring dengan kehidupan manusia tersebut. Ini dikenal dengan istilah pendidikan sepanjang hayat atau long life learning. Dikutip dari id.wikipedia.org, pendidikan sepanjang hayat ialah suatu konsep yang menyatakan bahwa proses pendidikan dapat dilakukan kapan dan dimana saja tanpa dibatasi oleh usia; bertujuan untuk mengembangkan potensi manusia secara optimal dan menyelaraskan pendidikan wajib belajar dengan pengembangan kepribadian manusia yang dapat diterapkan pada berbagai lingkungan; sehingga melalui proses pendidikan sepanjang hayat ini, manusia mampu meningkatkan kualitas hidupnya, mengikuti perkembangan ilmu, teknologi, masyarat, serta budaya. Adapun beberapa ciri-ciri manusia yang menjadi pembelajar sepanjang hayat menurut Cropley (1977:49) dalam coretansalmah.wordpress.com, sebagai berikut :

  • Sadar bahwa dirinya harus belajar sepanjang hayat
  • Memiliki pandangan bahwa belajar hal-hal yang baru merupakan cara logis untuk mengatasi masalah
  • Bersemangat tinggi untuk belajar pada semua level
  • Menyambut baik perubahan
  • Percaya bahwa tantangan sepanjang hidup adalah peluang untuk belajar hal baru

Itu berarti, sepanjang hayatnya setiap manusia pasti akan terus belajar. Mau tidak mau, suka tidak suka, “kebutuhan” manusia akan selalu membuat manusia berkembang dan mempelajari sesuatu. Ketika seorang anak lahir, mereka akan belajar bagaimana cara makan, berjalan, berbicara, sampai akhirnya mereka bersosialisasi, tumbuh dewasa dan mandiri. Saat anak-anak semakin besar, orang tua akan belajar bagaimana merawat, menjaga, membesarkan, sampai mendidik anak-anak mereka, bahkan saat anak-anak mereka berkeluarga. Karena ketika manusia membutuhkan sesuatu untuk menunjang kehidupan ataupun kebutuhannya, entah karena pribadi, kebutuhan ekonomi, kebutuhan sosial, atau kebutuhan apapun, saat manusia belum tau cara melakukannya, mereka pasti akan tergerak untuk mengetahuinya; mempelajarinya.

Begitu juga dengan para pelamar/ job seeker, yang ketika mereka membutuhkan pekerjaan, meski pendidikan tidak sesuai dengan posisi yang dibutuhkan, selama user tidak mempermasalahkan setiap orang berhak untuk mencoba dan belajar. User pastinya mengetahui kebutuhan akan calon karyawan yang akan dipekerjakannya, sehingga mereka memberikan kriteria sesuai dengan load pekerjaan yang dibutuhkan. Ketika pelamar bersedia untuk mempelajari hal baru yang belum diketahuinya dan user memberikan kesempatan bagi pelamar untuk belajar, artinya kedua pihak mengetahui bahwa nantinya dibutuhkan lebih banyak hal (seperti waktu, fasilitas, dll) dan konsekuensi dari adanya proses belajar ini. Tidak menutup kemungkinan suatu waktu sang pelamar (yang kemudian menjadi karyawan perusahaan tersebut) diminta untuk belajar lebih banyak karena load pekerjaan semakin tinggi, ataupun user yang membutuhkan waktu lebih banyak karena harus menunggu sang karyawan belajar. Semua bisa diatur apabila kedua belah pihak sudah saling bersepakat.

Tapi, tidak selalu seseorang bersemangat untuk mempelajari hal baru. Terkadang ada saja alasan seseorang menjadi “malas” untuk mempelajari sesuatu yang baru, entah faktor ekstern seperti  terbatasnya ruang belajar (akses, fasilitas, dll) ; maupun faktor intern seperti rasa malas (yang muncul dari dalam diri) itu sendiri. Mengutip dari tulisan Wahyu Utama di koinworks.com, ada 3 (tiga) langkah kunci sebelum memulai proses pembelajaran, yaitu :

1. Ciptakan tujuan pembelajaran
Dengan mengetahui tujuan dari pembelajaran itu sendiri, proses belajar yang akan kita lakukan membuat kita lebih fokus dan terarah.

2. Memulai dari hal yang kecil
Lakukan sesuatu dari hal-hal yang kecil dahulu agar kita terbiasa untuk melakukan hal tersebut.

3. Buat suasana belajar menjadi menyenangkan
Ciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga pembelajaran lebih efektif.

Serta ada 5 (lima) cara menyenangkan yang bisa dilakukan untuk menjadi life long learner, yaitu :

1. Mulai dengan membaca buku
Saat ini sudah semakin banyak tulisan yang bisa kita cari dan baca dengan mudah. Berbagai macam tulisan maupun buku pun bisa kita temukan/ akses dalam bentuk nyata maupun digital.

2. Berdiskusi tentang suatu hal
Ketika membaca dirasa kurang sebagai sarana belajar, baiknya kita mencari informan yang lebih ahli, sehingga informasi yang kita dapatkan semakin banyak dan kita dapat lebih memahami info tersebut.

3. Melihat video atau mendengarkan podcast
Sudah semakin banyak video atau podcast di media sosial tentang sesuatu yang ingin kita ketahui. Kita dapat mengakses langsung hanya dengan memasukkan kata kunci dari hal-hal yang ingin kita pelajari.

4. Mendaftar di beberapa kelas keterampilan
Baiknya kita juga mendaftar di kelas keterampilan yang kita minati. Hal ini tentunya akan semakin efektif menambah pengalaman proses belajar dan meningkatkan keterampilan kita.

5. Belajar dari pengalaman
Agar kita terhindar dari pengulangan kesalahan, baiknya kita selalu belajar dan memperbaiki diri dari kesalahan kita sebelumnya.

Zaman semakin maju dan berkembang. Banyak cara dan fasilitas yang bisa kita gunakan dalam proses belajar. Sebelum memasuki masa new normal, anak-anak belajar di sekolah. Setelah memasuki masa new normal, anak-anak belajar di rumah. Mereka merasakan pendidikan jarak jauh yang sebelumnya mungkin tidak pernah mereka rasakan, atau mungkin tidak mereka tau; bahkan termasuk para orang tua.  Pun para pekerja mulai bekerja dari rumah, agar tidak tertinggal, mereka mencoba berbagai varian metode dan teknologi agar dapat terus menunjang pekerjaan. Jadi, kenapa tidak bisa kita mempelajari sesuatu yang baru diluar hal yang sudah kita pelajari?

Sumber:

Anonim. https://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_sepanjang_hayat, diakses tanggal 29 Juli 2020

Utama, Wahyu. 5 Cara Menyenangkan yang Bisa Dilakukan Untuk Menjadi Lifelong Learning. Tersedia dalam : https://koinworks.com/blog/lifelong-learning/, diakses tanggal 29 Juli 2020

Wijayanti, Nursalamah. 2016. Penerapan Belajar Sepanjang Hayat Dalam Mewujudkan Masyarakat Belajar. Tersedia dalam : https://coretansalmah.wordpress.com/2016/08/10/penerapan-belajar-sepanjang-hayat-dalam-mewujudkan-masyarakat-belajar/, diakses tanggal 29 Juli 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *