Pandemik Covid19, adalah sebuah kondisi yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Kita yang terbiasa hidup bebas bersosialisasi – mendadak harus berada di kemah kita sendiri, seminimal mungkin kontak dengan orang lain.

Covid19 muncul dengan tingkat penularan yang sangat cepat – hanya dengan sebuah cipratan yang keluar dari mulut atau hidung, bisa membuat kita harus tertular dari orang yang sudah membawa virus tersebut, ataupun kita yang menularkan ke orang lain.

Itulah sebabnya terbit peraturan kita harus di rumah saja. Dengan di rumah saja, secara langsung kita mempunya waktu untuk meng explore potensi diri kita yang menurut penelitian bahwa otak manusia   baru terpakai kurang lebih baru 10% saja. Wah, kok kecil sekali ya, kemana potensi kita yang 90% lainnya ?

Potensi otak manusia yang digunakan selama ia hidup rata-rata hanya 1% atau malah ada beberapa penelitian yang mengatakan 0,0001% dari kemampuan keseluruhan. Angka tersebut di dapat dari jumlah sebuah area reaksi otak ketika ia sedang memikirkan sesuatu. Pada dasarnya otak manusia tidak dapat digunakan 100% dalam satu waktu, karena jika dianalogikan ke dalam komputer, ketika sebuah komputer bekerja dengan prosesor maksimal, maka ia justru akan rusak. 

Dengan adanya pandemic, semua kegiatan di lakukan di rumah aja, gak ada salahnya kita manfaatkan waktu penghematan kita di jalan dengan melakukan explorasi potensi diri.

Pernahkan terbayang sebelumnya kita mencoba berkebun? Pernahkan mencoba resep resep baru yang akses saat ini sangat mudah kita dapatkan ?  atau apakah kemampuan digital kita sudah bertambah dari sekedar gamer menjadi game developer ? Wah, ternyata banyak juga yang bisa di explore selama kita di rumah aja.

Ada banyak manfaat saat kita berani eksplorasi diri, antara lain kita akan semakin mengenal kekuatan yang ada dalam diri kita, menemukan kesempatan kesempatan baru terkait dengan potensi baru yang kita temukan, mengahsilkan uang hasil dari produk yang kita ciptakan ketika potensi diri makin terasah.

Ada seorang anak muda usia 17 tahun yang saya kenal, berani bayar harga mengexplore diri menciptakan resep kue otentik yang ternyata sangat di sukai konsumennya. Alhasil, selama 2 bulan masa awal pandemic, dia berhasil menjual 400 loyang brownies. Jika 1 loyang di jual 50 ribu rupiah saja, terbayang kan omset nya saat itu.

Untuk menjadikan penjualan 400 loyang tersebut, selain explorasi untuk membuat resep baru, anak muda ini juga belajar banyak hal mengenai produk yang dia ingin jual. Belajar untuk menghitung harga pokok penjualan, belanja bahan baku yang baik secarakualitas dan harga, kemudia cara menentukan harga jual sesuai dengan segmen, bagaiman pemasaran yang tepat juga termasuk tentang teknik pegambilan photo yang menarik. Dan tidak sampai di brownies, dia sudah mengahasilkan kurang lebih 8 jenis makanan lainnya yang tidak kalah menarik dan rasa yang di gemar konsumennya.

Wahh, ternyata selama dia School From Home / SFH – dia bisa manfaatkan waktunya untuk hal hal positif yang sangat bermanfaat tanpa mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai siswa SMA.

Tunggu apalagi, segera tuliskan potensi yang menurutmu masih perlu di explore dari dalam kamu..

Next series ; langkah untuk menggali potensi diri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *