• July 27, 2020
  • Utami Widyanti
  • 0

Apa Peran HR Saat Ini?

10-15 tahun lalu peran Human Resources di perusahaan sebagai Administrasi Personalia, perubahan jaman, perkembangan teknologi peran dan fungsi HR menjadi tim People Orientation, yang fokus pada “the result oriented, strategy focused leadership and management of people”. Tim HR berperan dalam meningkatkan produktifitas kerja dan mengelola karyawan hingga menyiapkan suksesi. Peran ini masih cukup lekat dibeberapa perusahaan, padahal tuntutan menjadi Strategic Business Partner pun sudah mulai mengemuka. Tim HR harus mampu berkontribusi dalam pencapaian kinerja perusahaan.

Pandemi..…

Situasi force majeur mendorong tim HR untuk memikirkan bagaimana mempertahankan produktifitas karyawan, menjaga motivasi kerja (People Orientation) sekaligus mendukung sustainability perusahaan, menjaga perusahaan tetap survive meski terkena badai pandemic (Strategic Business Partner). Pada saat yang bersamaan, HR harus berpikir dari 2 (dua) perspektif berbeda secara langsung.

Apa yang terjadi? Apa yang berubah, apa yang menjadi prioritas?

Apa tanggapan mereka terhadap perubahan peran HR di masa Pandemi dan Era New Normal?

Dwiana K. Wardhani, HR Director PT Unilever., Tbk

HR Role diera new normal adalah :

  • Realokasi SDM berdasarkan prioritas
  • Komunikasi intensif mengenai perubahan yang terjadi
  • Memahami kebutuhan karyawan dan membuat program yang sesuai untuk menjaga employee engagement
  • Meninjau dan memodifikasi program on boarding dan training
  • Meninjau system penilaian kinerja dan reward jika ada perubahan akibat crisis

Perubahan dalam HR Way of Working :

  • People health and safety menjadi perhatian utama
  • Cara kerja yang lebih agile dan self managed (less top down, less bureaucratic)
  • Fokus pada impact terhadap bisnis (less process oriented)

Soni Hidayat, GM Manufacture PT. Paragon

HR Role di era new normal adalah mengubah sudut pandang dan prioritas kerja  untuk membangun system bagaimana mengoptimalisasi kinerja karyawan yang berdampak pada bisnis perusahaan.

Financial Concern, Technology Wise harus lebih diasah agar mengarah pada direct and shorterm impact in survival phase. Kebijakan dan regulasi harus mengarah pada tujuan sustaibability perusahaan. Membangun system berbasis teknologi akan sangat menunjang ketepatan dan kecepatan pemutakhiran informasi, serta mempercepat action for handle urgency.

Theresia Puji, OD Associate Manager TIket.com

Related to my industry, HR has an important role to support the business especially support to survive but at the same time prepare to rebound. So HR needs to be strategic business partner that needs to design an effective & efficient program but can support agility too (less administration and bureaucracy process)

Almost all aspect of HR have changed. More virtual activity instead of offline activity. Of course, these changes not only affect our HR activity but also leadership & communication style within the organization.

Yosafat Hutagalung, HR Director Link Net

Basic role mestinya tetap, mengelola / memfasilitasi sumber daya yang paling berharga buat perusahaan tetap memberikan impact, produktif dan membantu perusahaan mencapai goal dan bertumbuh.

Perbedaannya dalam menjalankan role ini perlu memperhatikan kondisi dan situasi yang benar2 berbeda. Situasi sekarang menuntut semua HR menggunakan tools, teknik, taktik dan pendekatan yang bisa jadi sangat berbeda.

“What’s changing on your HR Way of working ?

Less face to face, more face to screen

More trust than control

More motivation than demand

More detail than overall

Satu kesamaan dari tanggapan para praktisi diatas adalah perubahan mekanisme kerja yang  less process orientation, do more activity which impact to business. Komunikasi dan perhatian pada karyawan untuk bangun engagement yang lebih kuat sambil mengubah kebiasaan dengan mengoptimalkan teknologi.

Bagaimana caranya ? Apa yang harus dilakukan ?

Banyak pendekatan yang bisa kita adopsi untuk membantu agar langkah tindakan/ rencana perubahan kerja lebih sistematis, terkendali dan mudah dievaluasi.  8 Steps of Kotter, Pulse Learning’s Effective 6 steps atau Dale Carnegie Prosedure bisa menjadi salah satu acuan disamping banyak teori dan pendekatan lain.

Tetapi yang paling penting adalah dalam situasi “dipaksa, terdesak”daya kreatifitas berpikir manusia akan semakin terstimulasi,  adrenalin yang muncul dalam situasi “genting” akan memicu kerja otak lebih keras untuk berpikir dan seringkali menghadirkan ide, solusi yang beyond expectation. Tidak jarang sejak jaman dulu dikenal istilah SKS (sistem kebut semalam), kemudian berkembang istilah deadliners ; karena memang dalam kondisi last minute produktifitas kerja kadang lebih optimal meski tidak selalu bisa dijadikan acuan.

Selain faktor adrenalin yang memicu semangat, motivasi dan daya pikir, aspek lain yang berpengaruh terhadap kemampuan bertahan (survival ability) adalah Agility. Agility adalah kemampuan berpikir cepat dan jernih, bertindak sigap dan mudah bergerak. Dalam konteks pekerjaan atau bisnis, agility adalah selalu siap berperan, mengambil posisi sejalan dengan perubahan yang terjadi. Pribadi yang agile akan mampu beradaptasi pada setiap perubahan yang terjadi, mampu tetap bekerja bahkan meningkatkan produktifitas. Maka tentu saja, peran HR yang berada dilini depan dalam mengelola kebijakan dalam kinerja wajib memiliki tingkat fleksibiitas dan adaptabilitas yang lebih tinggi agar bisa membangun dan mempertahankan system yang efektif ditiap situasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *